Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

• Telinga Hidung Tenggorok

 

•KONSULTASI DOKTER •

H O M E

•
Sejarah

•
Profil RSUD Dr. Soedono

•
Fasilitas

•
Link-Link Lain •
   
   
   

 DIVISI :

 
Anastesi

•
Bedah Umum

•
Bedah Ortopedi

•
Farmasi

•
Gigi dan Mulut

•
Instalasi Rawat Darurat

•
Kesehatan Anak

•
Kebidanan dan
 Penyakit Kandungan

•
Patologi Klinik

•
Penyakit Dalam

•
Penyakit Jantung

•
Penyakit Mata

•
Penyakit Paru

•
Penyakit Syaraf

•
Radiologi ( Rontgen )

•
Rehabilitasi Medik

•
Telinga Hidung Tenggorok

•
Gizi ( Nutrisi ) •
   

 


I.
NAMA DOKTER

  1. dr. Sutjipto, SpTHT
  2. dr. Purnomo Hari Sugiharto, SpTHT

II. PENJELASAN SINGKAT TENTANG ILMU PENYAKIT THT

Ilmu yang mempelajari tentang anatomo dan patofisiologi telinga, hidung, dan tenggorok serta bedah kepala dan leher.

III. PENYAKIT-PENYAKIT DARURAT DI BIDANG THT :

1. EPISTAXIS

  • Nama lain : mimisan, pendarahan dari lubang hidung.
  • Penyebab penyakit :
  1. Trauma ( korek-korek lubang hidung dengan jari atau benda lain ; fraktur tulang hidung karena kecelakaan lalu lintas atau kena tinju.
  2. Ada gangguan pembekuan darah ( demam berdarah, leukimia, dll )
  3. Tekanan darah tinggi ( Angiofibroma, Karsinoma, dll )
  4. Tumor didalam rongga hidung, apapun penyebabnya.
  • Gejala : pendarahan dari rongga hidung, apapun penyebabnya.
  • Pertolongan pertama sebelum ke dokter :
  1. Penderita duduk dengan kepala menunduk
  2. Cuping hidung pada lubang hidung yang keluar darah ditekan dengan jari penolong atau jari penderita sendiri selama ± 5 menit
  3. Bila kedua lubang hidung keluar darahnya maka kedua cuping hidung ditekan, sehingga hidung dijepit dengan dua jari. Sementara mulut dibuka untuk bernafas.
  4. Bila cara tersebut diatas tidak dapat menolong, maka penderita harus segera mendapat pertolongan dari tenaga kesehatan terdekat.
  • Komplikasi Epistaxis :
  1. Shok karena pendarahan
  2. Anemia
  3. Aspirasi ( darah tersedak kedalam paru-paru )
  • Cara pencegahan :
  1. Jangan mengorek-ngorek hidung
  2. Pemeriksaan dini untuk mengetahui penyakit-penyakit sebagai penyebab Epistakxis

2. SUMBATAN JALAN NAPAS BAGIAN ATAS

  • Penyebab penyakit :
  1. Trauma Larynx, benturan benda keras pada leher bagian depan, misalnya benturan oleh tangkai pompa tangan, kecelakaan lalu lintas, dsb.
  2. Laryngitis Acuta, suatu penyakit yang menimbulkan bengkak ( oedem ) pada pita suara
  3. Laryngitis Dipterica, penyakit dipteri yang mengenai pita suara, sehingga timbul selaput putih ( beslag ) pada larynx yang menyumbat jalan napas.
  4. Tumor Larynx, tumor jinak atau tumor ganas pada pita suara sehingga menyebabkan sumbatan pada saluran pernapasan.
  5. Benda asing ( Corpus alineum ) yang tersangkut di tenggorok bagian bawah ( hypopharynx ) atau pita suara.
  • Gejala :
  1. Sesak napas dan tampak kesulitan sekali pada saat menarik napas ( stidor inspirasi ).
  2. Terdapat cekungan pada sela iga, diatas tulang selangka serta ulu hati pada saat menarik napas.
  3. Mungkin bibir dan telapak tangan berwarna kebiru-biruan ( cyanosis ).
  • Perawatan sebelum ke dokter :
  1. Baju-baju serta ikat pinggang yang melekat di badan dilonggarkan.
  2. Posisi penderita terlentang dan kepala mendongak keatas ( ekstensi pada leher depan )
  3. Ventilasi ruangan dimana pasien berada harus baik, jangan terlalu banyak pengunjung.
  4. Bila ada oksigen, agar segera diberikan.
  5. Segera dipersiapkan pengangkutan ke fasilitas kesehatan terdekat atau memanggil ambulance RS.
  • Komplikasi penyakit :
  1. Cyanosis dengan tanda telapak tangan, bibir, lidah berwarna kebiruan.
  2. Kematian.
  • Cara pencegahan :
  1. Bila timbul suara serak harus segera diperiksa dan diobati sebagaimana mestinya.
  2. Anak kecil yang giginya belum ada atau belum sempurna sebaiknya tidak diberi makanan yang berupa kacang atau biji-bijian yang lain.
  3. Dianjurkan memaai sabuk pengaman bila berkendaraan.
  4. Mengindahkan cara-cara kerja yang baik demi keselamatan kerja.


 

       

kembali keatas

©knyl's™,99